A topnotch WordPress.com site

Precious Gift

“Time is your most precious gift because you only have a set amount of it. You can make more money, but you can’t make more time. When you give someone your time, you are giving them a portion of your life that you’ll never get back. Your time is your life. That is why the greatest gift you can give someone is your time.

It is not enough to just say relationships are important; we must prove it by investing time in them. Words alone are worthless. “My children, our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” Relationships take time and effort, and the best way to spell love is

“T-I-M-E.”

-Rick Warren-

Fatwa

“Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.”
-HR Ahmad-

Hanya Pada-Mu

“Allahummala’ qolbyy mahabbatan laka wa iqbalaan ‘alayka wa haya an minka”

Ya Allah penuhi hatiku dengan kecintaan pada-Mu dan palingkan (hatiku) kepada rasa cinta kepada-Mu saja, dan hidupkan hatiku dengan rasa cinta kepada-Mu

Ruang Tanpa Rupa

Ada sebuah penyesalan,

Atas tak terjaganya hati & lisan,

Namun apalah arti sebuah penyesalan,

Yang terjadi, telah terjadi dan ternyata menyakiti.

 

Ada sebuah keinginan,

Mengumpulkan serpihan-serpihan dan memperbaiki,

Menyusunnya menjadi mozaik yang lebih indah,

Lebih cantik dari sebelum dia terpecah.

 

Ada sebuah keraguan,

Akan diri yang terkadang tak dapat mengendalikan emosi,

Ketakutan mengulangi menyakiti,

Menyakiti dan tersakiti.

 

Walaupun diredam dalam diam,

Bersikap cuek dan mengabaikan,

Tapi, semua ini belum damai,

Masih saja berkecamuk dalam durasi yang tak pasti,

Periode yang misteri.

 

Telah kucoba menyisir pantai,

Menjelaskan dan meminta maaf pada laut,

Namun laut tak kunjung bergerak ke pantai,

Dia hanya bisu dan menatapku dingin.

 

Baiklah,

Aku hanya dapat berdamai dengan diri sendiri,

Walau tatapan dinginmu terus melekati relung hati,

Apa yang bisa kulakukan selain menyisir pantai?

 

Bagaimana kutau apa maumu laut?

Jika kau hanya terus menatapku tanpa rasa.

Katakanlah sesuatu,

Kita hanya perlu membicarakannya.

 

Jika kau hanya terus diam,

Akan kutitipkan semua rasa,

Pada ruang tanpa rupa,

Sederhana namun bermakna.

 

 

 

 

Marriage is the golden ring in a chain, whose beginning is a glance and whose ending is eternity.

-Kahlil Gibran Lebanese artist & poet in US (1883 – 1931)-

Sebelum kesempatan itu takkan pernah ada.
Sebelum penyesalan itu menjadi penanda sebuah keterlambatan.
Karena kita takkan pernah tau rahasia Sang Waktu.
Meski letih pasti akan kudapatkan,
Demi melihat senyummu dan memastikan engkau baik-baik saja,
Aku akan pulang,
Mama..,

Siapa yang tidak kenal dengan Wakatobi? Dan siapa yang tidak ingin berlibur gratis kesana? Rasanya semua orang pasti mau jika ada yang menawari liburan gratis ke Wakatobi. Ya, rasanya orang Indonesia sudah tidak asing dengan sebuah Kabupaten Wakatobi, salah satu Kabupaten di Indonesia yang kaya akan keindahan alam bawah lautnya.

Rasanya siapapun akan merasa beruntung ketika mendapatkan kesempatan untuk ke Wakatobi secara gratis. Ya, saya adalah salah satunya. Kira-kira 3 minggu yang lalu saya mendapatkan kesempatan berharga tersebut. Bermula dari sebuah kekecewaan karena tidak lolos berkas Kemenkes, ternyata ada kebahagian n rezeki lain yang telah Allah persiapkan untuk saya. Bersamaan dengan pengumuman gagalnya saya di Kemenkes, saya mendapatkan tawaran dr salah seorang dosen saya untuk mengikuti penelitian yang cukup besar. Tidak berpikir panjang saya langsung mengirimkan cv sebagai persyaratannya. Pada awalnya saya minder karena ternyata saingan saya adalah mahasiswa S2 bahkan S3. Namun, sesuai judul di atas, singkat cerita gadis beruntung ini dapat akhirnya menjadi tim enumerator penelitian yang cukup besar tersebut.

Ketika ditawari untuk memilih lokasi penelitian, saya dan salah seorang kakak kelas yang menjadi tim langsung memilih Wakatobi. Dan ternyata keinginan kami terkabul. Pada Minggu 1 Desember 2013 kami bertolak dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Matahora Wakatobi. Setelah transit dua kali di Makassar dan Kendari, kami baru tiba di Wakatobi. Disambut dengan terik dan sengat panas matahari sulawesi kami memulai petualangan baru penelitian Jamkesda di Wakatobi.

Image

Kami menghabiskan waktu seminggu di Wakatobi, ketika hari kerja (senin-Jumat) kami bertugas mengumpulkan data terkait penelitian Jamkesda di beberapa instansi seperti Dinkes, Puskesmas, RS, Pemda, dan Sekda. Pada akhir minggu tanpa pikir dua kali kami merencanakan untuk berlibur disana. Kami memutuskan untuk Diving di pulau Tomia. FYI, Wakatobi adalah singkatan dari nama empat pulau besari di Sulawesi Tenggara yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Penelitian kami terletak di Wangi-Wangi. Untuk mencapai Tomia kami harus naik speedboat selama 3 jam.

Image

Sebelum kesana kami menghubungi salah seorang dokter yang kabarnya mempunyai usaha diving di Tomia. Dan ternyata kami baru tau setelah bertemu beliau bahwa beliau adalah alumni FK UI 2002 yang sedang bertugas sebagai dokter PTT di Tomia. Beruntungnya cuaca sedang bagus ketika kami kesana walaupun awalnya di pagi sebelum berangkat kami sempat ragu karena hujan turun sejak setelah shalat subuh. Namun akhirnya pukul 09.00 hujan berhenti dan kami memutuskan untuk tetap berangkat. Selepas shalat ashar kami berangkat untuk diving. Saya mendapatkan kesempatan pertama kali untuk diving. Dengan kemampuan renang yang pas2an dan tanpe license diving saya memberanikan diri untuk terjun di laut Tomia. Hehehe…

Image

Beruntungnya kami mendapatkan guide yang mengerti pediving newbie sehingga kami mendapatkan arahan yang jelas dan panduan yang baik. Awalnya takut, tapi lama kelamaan ndak mau naik ke permukaan. Subhanallah, ternyata memang benar apa kata orang-orang bahwa Wakatobi adalah salah satu surga wisata bawah laut. Ikan-ikan menari-nari di atas terumbu karang yang berwarna-warni. Sayang sekali saya tidak mempunyai camera underwater untuk mengabadikan moment tersebut. Tapi keindahan itu akan terekam selalu di memory saya. Alhamdulillah, Allah menyentuh mimpi masa kecil saya ketika saya mendapatkan artikel tentang keindahan Bunaken, saya ingin sekali ke Bunaken ketika itu. Dan alhamdulillah saya diberikan kesempatan ke tempat yg lebih indah dari Bunaken. Kenapa lebih indah? Karena ternyata Wakatobi mempunyai alam bawah laut yang msh eksklusif. Sebab belum banyak orang yang dapat mengakses keindahannya. Puas dengan keindahan bawah lautnya kamipun mencoba melihat pantai-pantinya. Lagi-lagi hanya kata subhanallah, sungguh Maha Indah Allah yang telah menciptakan bumi ini untuk manusia. Wakatobi mempunyai lautan yang biru, langit yang biru, pasir putih yang sungguh masih asli dan perawan.

DSCN1150

DSCN1076

 

DSCN1171

 

DSCN1221

Tulisan ini hanyalah sepenggal ungkapan rasa syukur karena saya diperkenankan untuk menginjakkan kaki dan menikmati keindahan Wakatobi. Mengingat sebuah ayat Allah, bersyukurlah maka akan kutambah nikmat-Ku dan barangsiapa yang ingkar akan nikmat-Ku maka akan Kucabut nikmat-Ku. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Tag Cloud